Rame-rame di Posko Keadilan di Langsat rupanya membawa berkah tersendiri bagi sebagian orang. Contohnya adalah seorang bocah pemulung yang memanen banyak kardus, kaleng minuman, dan berbagai benda yang bisa diambilnya dari tempat sampah.

Bocah pemulung yang sedang "panen" di Langsat
Kardus, kaleng, celengan, botol minuman, merupakan benda-benda yang dicari oleh para pemulung. Di tempat sampah posko, benda-benda itu teronggok sangat banyak. Simbiosis mutalisme pun terjadi, bocah pemulung mendapat rezeki, tempat sampah Langsat pun kosong dan kembali bersih.
Ketika menemukan koin-koin yang mungkin tercecer di dalam kaleng atau celengan, si bocah pemulung pun melemparkan koin itu kembali ke area perhitungan. Tidak ada maksud untuk mengambilnya, meski si bocah berkesempatan. Si bocah pun mendapat sekotak nasi dari posko. Terima kasih, nak!
Beberapa kali anak itu menolak dikasih mealbox, dengan alasan sudah mendapatkan dari kaisan (boks yang masih ada sisa isi). Akhirnya ketika dini hari dia kembali, dia “dipaksa” untuk membawa pulang lebih dari satu kotak santapan, untuk keluarganya.
Bila kita menanam kebaikan, maka yang akan dipetik pun adalah kebaikan. Salam koin!
Foto: Tweetphoto Pamantyo.




5 Comments
hidup pemulung!
Wah.. terharu.. kamu jujur ya nak.. Semangat para penghitung koin!! Huhu, maap belum bisa bantu2 ngitungin koin.. *terbujurdirumahkarenasakit*
horeeee
Baiklah saya luruskan. Beberapa kali anak itu menolak dikasih mealbox, dengan alasan sudah mendapatkan dari kaisan (boks yang masih ada sisa isi). Bulik Ve juga tahu. Akhirnya ketika dini hari dia kembali, dia “dipaksa” untuk membawa pulang lebih dari satu kotak santapan, untuk keluarganya.
terima kasih ralatnya, paman!
One Trackback
http://rel” rel=”nofollow”>Хм…..…
Ссылки как то непонятно отображаются…