Empat tahun koin-koin itu bertambah dan terus bertambah dalam sebuah celengan kaleng (tinggi 22,5 cm, diameter 11,5 cm) bergambar Superman. Pemiliknya, seorang bocah laki tujuh tahun, kemudian menitipkan koin untuk Prita itu di Langsat. Ayahnyalah, yang tak mau disebutkan namanya, yang mengantar Superboy itu ke Langsat. Mereka sekeluarga adalah pendukung Prita, dan perjuangan terus dilanjutkan, kata kepala keluarga yang tinggal di Jakarta Selatan itu.
Kumpulkan Koin Anda
Categories
Archives
Sodoran solusi
Terhadap "Sejumlah Soal dalam Pengumpulan Koin", beberapa kawan memberikan saran dan solusi. Intinya: sumbangan tidak harus berupa koin tetapi nanti bisa dikonversi ke koin. Lihat di sini.




5 Comments
SINGGALANG EDISI SELASA 8 DESEMBER 2009
Wartawan Kumpulkan
Koin untuk Prita
Padang, Singgalang
Aksi penggalangan dana untuk Prita Mulyati, terdakwa kasus pence¬maran nama baik Rumah Sakit Omni International tidak hanya dila¬kukan di Jawa, tapi juga di Padang. Redaksi Harian Singgalang turut menggelar aksi pengumpulan koin bagi Prita.
Penggalangan dana berupa pecahan koin itu dilakukan Eriandi, salah seorang redaktur Singgalang dengan menggunakan kaleng roti. Koin dikumpulkan dari saku ke saku awak redaksi. Rupanya tak banyak awak redaksi yang menyimpan koin dalam sakunya masing-masing.
“Sumbangannyo koin ndak buliah pitih karateh,(sumbangannya harus koin tidak boleh uang kertas),” kata Eriandi.
Aksi pengumpulan koin itu dilakukan khususnya tempat bekerja para pemimpin rekdaksi, redpel, redaktur dan petugas lay out serta lantai tiga tempat para wartawan bekerja dari lantai dua sampai tiga. Dana yang terkumpul sekitar Rp12.00 dari empat orang yang terdiri atas redaktur dan redpel. Koin terbanyak diserahkan Redaktur Pelaksana, Syamsoedarman dengan total koin Rp4.300, koin terbanyak kedua didapat di dalam dompet seorang reporter dengan nilai Rp3.300. Sementara, posisi koin terbanyak ketiga ada ditan¬gan Koordinasi Liputan Wilayah Padang Gusnaldi Saman dengan nilai koin Rp2.700. Peringkat selanjutnya ditempati Redaktur Pelaksana, Sawir Pribadi.
Untuk mendapatkan koin itu masing-masing pejabat redaksi Harian Singgalang itu harus situngkin membongkar laci kerjanya untuk mendapatkan koin. Syamsoedarman pun tak mau kalah dan membongkar laci kerjanya.
“Koha, banyak koin dalam e a, (Ini, banyak koin dalam laci saya),” kata Sawir sambil berteriak.
Alhasil, pecahan koin yang terkumpul dari Redaksi Singgalang tadi malam sekitar Rp15.000, yang terdiri atas pecahan Rp50 hingga Rp500. Dana ini akan terus digalang dan akan diserahkan ke Padang Pers Club (PPC) yang menggalang dana untuk Prita Mulyasari. Penggalangan dana itu sebagai wujud partisipasi dunia pers Sumbar dalam memberikan dukungan untuk Prita. Sebelum penggalangan dana dilakukan Pemimpin Redaksi Harian Singgalang, Khairul Jasmi, memerintahkan awak redaksi untuk menggalang pecahan koin bagi Prita, seperti yang dilakukan masyarakat kecil, mahasiswa dan lainnya di pulau Jawa. (*)
SINGGALANG, RABU 9 DSEMBER 2009
Koin untuk Prita
Diliput TV Nasional
Padang, Singgalang
Aksi penggalangan dana untuk Prita Mulyasari, terdakwa kasus pencemaran nama baik Rumah Sakit Omni International oleh Redaksi Harian Singgalang terus berlanjut. Penggalang dana berupa koin itu Selasa sore (8/12)juga diliput oleh lima televisi nasional, RCTI, TVOne, Trans 7, Anteve dan TV7.
Penggalangan dana hari kedua lebih seru dibanding hari pertama. Para pejabat redaksi mulai dari pemipin redaksi, redaktur pelak¬sana, redaktur hingga reporter saling berebut mengisi kaleng roti yang dijadikan tempat pengumpulan uang untuk Prita.
Aksi tersebut merupakan wujud kepedulian terhadap nasib anak bangsa yang menjadi korban ketidakadilan hukum. Singgalang seba¬gai harian terbesar di Sumbar, sejak beberapa tahun terakhir selalu mencurahkan perhatian untuk membela wong cilik. Sebut saja untuk kasus kemiskinan, orang sakit yang tidak punya biaya, anak pintar dari keluarga tak berpunya. Setelah diberitakan selalu saja bantuan dari dermawan mengalir untuk orang-orang kecil tersebut.
Penggalangan dana hari kedua terkumpul Rp12 ribu, terdiri dengan nominal koin Rp50 hingga Rp500. Koin terbanyak kemarin diperoleh dari laci meja Pemimpin Redaksi, Khairul Jasmi. Karena di saku celana dan bajunya tak ada koin sepersen pun. Melihat banyaknya koin didapat KJ, sapaan akrab pimred kami para reporter berlari memburu koin-koin itu, kemudian memasukkan ke dalam kaleng roti yang diusung Lelek.
Antusiasme awak redaksi kian menjadi-jadi setelah adanya lima televisi nasional yang menggambil gambar yang rencananya akan disiarkan berita siang dan sore ini.
Sebelumnya penggalangan dana untuk Prita itu hanya menerima pecahan koin. Dana yang terkumpul akan diserahkan ke PPC yang juga menggalang dana untuk Prita dan akan dikirim ke posko peduli Prita di Jakarta.
Prita Mulyasari yang sebelumnya menjadi tersangka kasus pencemar¬an nama baik RS Omni Internasional Alam Sutera Tangerang telah divonis bersalah oleh Pengadilan Tinggi Banten. Prita diharuskan membayar denda sebesar Rp 204 juta kepada rumah sakit tersebut.
Di Pasbar
Pengumpulan koin juga dilakukan di Pasaman Barat (Pasbar), Selasa (8/12). Yulisman (wartawan Singgalang) bersama rekan-rekan warta¬wan mengelar penggalangan koin untuk Prita tersebut.
Aksi penggalangan dilakukan bersama rekan-rekan wartawan Pasbar, Roni Ano, Altas Maulana, Eri Mardinal, Hasbi, Hendi dengan mengu¬nakan kotak bertuliskan “Solidaritas Wartawan Pasbar, Sumbangan Koin untuk Prita”. Koin dikumpulkan dari saku ke saku pegawai kantor Bupati Pasbar.
Solidaritas Wartawan Pasbar menyisir dari ruang lantai dasar hingga lantai dua kantor bupati setempat. Dari hasil penggalangan dana itu terkumpul Rp140.650. Puluhan pegawai kantor bupati Pasbar pun terkejut ketika tiba-tiba sejumlah wartawan mendatangi mereka dengan membawa sebuah kotak.
Mereka bertanya sumbangan untuk apa, lalu ketika ia melihat tuli¬san ditempelkan di kotak itu, baru memaklumi dan langsung merogoh saku dan laci, lalu menyumbangkan uang logam yang mereka miliki.
Yulisman, Korda Singgalang Pasbar yang menggagas aksi di daerah itu membentuk Solidaritas Wartawan Pasbar untuk Prita. Tidak berapa lama diskusi rekan-rekan wartawan lansung bergerak
Selanjutnya uang yang terkumpul itu akan disalurkan melalui Posko Peduli yang ada di Padang Press Club (PPC) Padang untuk diterus¬kan ke Prita Mulyasari. (107/Ron/212)
Anak-anak pun ngerti keadilan..
Pihak penuntut apa gak malu ya?
hahaha..
Semoga keadilan bisa benar-benar tegak..
Akhirnya aku bisa nyumbang juga. Hari ini aku menyisihkan recehan dollarku di Paypal untuk kukirimkan ke Ibu Prita.
Tetap semangat Bu … Koinkeadilan dibelakangmu…..
Maju Terus Bu Prita, Pantang Mundur!
this is amazing….!!!!
bahkan bocah pun mengerti ketidakadilan